Selasa, 01 Mei 2012

Contoh soal perhitungan titik impas dan klasifikasi

 
Contoh soal perhitungan titik impas dan klasifikasi

untuk tujuan untuk mengadakan analisis titik impas, biaya-biaya yang telah terjadi selama periode tertentu harus diklasifikasikan kedalam kelompok biaya tetap dan kelompok biaya variabel.Biaya-biaya yAng meliputi biaya produksi, biaya penjualan, biaya umum dan administrasi harusdipisahkan beberapa yang merupakan biaya tetap dan beberapa yang merupakan biaya variabel.Biaya tetap ( fixed cost atau fixed expense
) adalah jenis biaya yang selama kisaran waktuoperasi tertentu atau tingkat kapasitas produksi tertentu selalu tetap jumlahnya atau tidak berubahwalaupuun volume produksi berubah. Apabila waktu operasi itu adalah bulan maka biaya itu tetapsaja setelah dihitung satu bulan. Jika dihitung tahunan biaya itu tetap konstan walaupun volume produksi berubah dari bulan ke bulan atau dari minggu ke minggu. Yang termasuk kelompok biayatetap, misalnya biaya penyusutan atau depresiasi atau amortisasi, biaya gaji, biayya asuransi, biaya bunga, biaya pemeliharaan, dan biaya-biaya tidak langsung lainnya. Biaya tidak langsung adalah biaya-biaya yang tidak langsung membentuk hasil produksi, tidak semua biaya tidak langsungmerupakan biaya tetap, sebagian ada yang merupakan biaya variable. Misalnya biaya peneranganatau pemakaian listrik.Biaya variable (variable cost atau variable expense) adalah jenis-jenis biaya yang besar kecilnya tergantung pada banyak sedikitnya volume produksi. Apabila volume produksi bertambahmaka biaya variabel akan meningkat, sebaliknya bila volume produksi berkurang maka biayavariable akan menurun. Dalam analisis titik impas disyaratkan bahwa perubahan biaya variable inisebanding (proposional) dengan perubahan volume produksi sehingga biaya variabelper uunit barang yang diproduksi bersifat tetap. Yang termasuk dalam kelompok biaya variable adalah biaya- biayalangsung seperti biaya pemakaian bahan dasar, biaya tenaga kerja langsung, dan beberapa biaya tidak langsung seperti pemeliharaan, biaya penerangan dan lain-lain yang sejenis. Biayalangsung ialah biaya-biaya yang secara langsung membentuk hasil produksi.
 
Biaya total (
total cost 
) adalah jumlah biaya tetap total ditambah dengan biaya variable total pada masing-masing tingkat atau volume produksi.Ilustrasi Biaya Total :RpVCTCFC0Produksi/ penjualanFC = biaya tetap (
 f  
ixed cost 
)VC = biaya variable (variable cost )TC = biaya total (
total cost 
)Daerah yang diarsir pada Ilustrasi tersebut menunjukan besarnya biaya tetap (
 f  
ixed cost 
). Biaya iniselalu tetap berapa pun besarnya volume produksi/penjualan. Adapun daerah yang semakinmembesar dengan meningkatnya volume produksi adalah menggambarkan adanya biaya variabel(
variable cost 
).
http://htmlimg3.scribdassets.com/76k3zrxwe810dsyo/images/4-1e853dbdf3.jpg
 
BERBAGAI METODE MENGHITUNG TITIK IMPAS
Terdapat berbagai metode dalam menghitung titik impas (pendekatan matematis). Data atauinformasi yang diperlukan dalam menghitung titik impas adalah :
1.Hasil keseluruhan penjualan atau harga jual per unit.2.

Biaya variabel keseluruhan atau biaya variabel per unit.3.

Junlah biaya tetap keseluruhan.Terdapat empat metode atau rumus dalam menghitung titik impas ( break event poin),yaitu :1BEP = FC
1-VCSDimana BEP = Penjualan pada titik impas ± dalam rupiahFC = Biaya tetap keseluruhan ( fixed cost )VC = Biaya variabel keseluruhan (
variable cost )S =Hasil penjualan keseluruhan ( sales )1= KonstantaVC= (Variabel cost ratio ± perbandingan antara biaya variabel dengan hasil penjualan)S2.

BEP = FCMIR Dimana MIR = Marginal income rasio ( rasio pendapatan marginal dengan hasil penjualan).MIR =
1-VCR Disebut juga profit-volume ratio (P/V)
3.BEP = FC + VC pada BEP + nolDimana VC pada BEP = Persentase biaya variabel dari hasil penjualan pada titik impas4.

BEP = FCP - VDimana BEP = Penjualan pada titik impas ± dalam unitP =harga jual per unit (
 sales price per unit )V = Biaya variabel per unit (variable cost per unit 
)Contoh soal :Perusahaan Delta Mentari beroperasi dengan biaya tetap keseluruhan Rp.120.000.000.000 .Biaya variabelnya diketahui sebesar 60% dari penjualan.
Hasil keseluruhan penjualan padakapasitas penuh adalah Rp. 500.000.000. Perusahaan hanya memproduksi satu jenis barangdan harga penjualannya adalah Rp.500,00 Per unit. Karena variabel cost ratio diketahui60% ini berarti bahwa biaya variabel per satuan adalah 60% x Rp.500,00 = Rp300,00. Daridata tersebut dapatlah kemudian diringkaskan sebagai berikut.S = Rp 500.000.000VCR = 60%FC = Rp120.000.000P = Rp 500,00V = Rp 300,00MIR =
1± VCR =1± 60% = 40% (P/V)
 
Perhitungan titik impas dengan menggunakan rumus-rumus yang terdapat sebelumnyasebagai berikut.Rumus
BEP = FC
1± VCS= Rp120.000.000
1± Rp 300.000.000 = Rp
120.000.000 = Rp120.000.000Rp 500.000.000
1- 60% 40%= Rp 300.000.000
Hasil bagi VC dengan S merupakan variabel cost ratio (VCR). Dalam contoh tersebut VCR 60%, ini menunjukkan bahwa biaya variabel besarnya adalah 60% dari hasil penjualan.Atau setiap satu rupiah penjualan, 60% digunakan untuk menutupi biaya variabel.Rumus 2BEP = FCMIR = RP
120.000.000 = Rp120.000.000 = Rp120.000.000  
1± VCR 
1± 60% 40%= Rp 300.000.000Rumus 3BEP = FC + VC pada BEP + NolBEP = Rp
120.000.000 + 60% BEP + 0BEP -60% BEP = Rp
120.000.000BEP = Rp 300.000.000

.
Bottom of Form

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar